Thursday, August 27, 2015

CCTV Colour Day and B&W Night


- True Day/Night IP based CCTV video security cameras
- Long range infrared night vision - 150m, 70m, 55m, 30m
- Versatile mounting brackets - ceiling, flush, pole, and wall
- Camera housing is IP66 rated, meeting your outdoor requirements

Thursday, August 20, 2015

Kamera CCTV Rekam 2 Tersangka Baru Bom Bangkok

Guardian
Polisi menduga pria berbaju merah dan putih yang terlihat bersama dengan tersangka utama, pria berkaus kuning, adalah bagian dari jaringan pelaku pengeboman di dekat Kuil Erawan, Bangkok.


BANGKOK, KOMPAS.com — Kepolisian Thailand, Rabu (19/8/2015), mencurigai dua orang pria yang tertangkap kamera CCTV di dekat lokasi ledakan bom terkait dengan serangan yang menewaskan lebih dari 20 orang itu.

Sebelumnya, kepolisian Thailand sudah merilis sketsa wajah seorang pemuda berkacamata yang diyakini sebagai tersangka utama serangan bom di dekat Kuil Erawan itu.

"Pria yang mengenakan baju berwarna merah dan putih juga menjadi tersangka (serangan bom)," kata juru bicara kepolisian Thailand, Prawun Thavornsiri.

Kedua orang itu, lanjut Prawut, terekam kamera CCTV tengah bersama tersangka utama, pria berkaus kuning dan berkacamata, di dekat lokasi ledakan bom.

Keberadaan kedua tersangka baru ini semakin memperkuat dugaan polisi bahwa tersangka utama tidak bekerja sendiri dalam melakukan serangan maut itu.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Thailand Jenderal Somyot Poompanmoung kepada wartawan mengatakan, kepolisian yakin tersangka utama merupakan bagian dari sebuah jaringan yang lebih besar.

Meski belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom itu, Pemerintah Thailand mengatakan, serangan itu tidak terkait dengan para pemberontak Muslim yang mengobarkan perlawanan di wilayah selatan Thailand.

Namun, Jenderal Somyot menyarankan kepada pemerintah agar menyelidiki kemungkinan beberapa warga etnis Uighur, warga minoritas dari kawasan Xinjiang, China, terkait serangan itu.

Terlebih lagi, pada Juli lalu, Pemerintah Thailand memulangkan paksa 109 orang warga etnis Uighur ke China. Sebuah langkah yang mengundang kecaman dari para pegiat HAM dan dunia internasional.

"Kepolisian tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun, termasuk dampak dari situasi politik Thailand dan konflik etnis Uighur yang belum lama ini dipulangkan ke China," ujar Somyot.

Di sisi lain, sebanyak 23 negara sudah menerbitkan peringatan kepada warganya yang memiliki rencana untuk berkunjung ke Thailand.

Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan, 12 negara menyarankan agar warganya ekstra hati-hati saat berkunjung ke Thailand. Namun, sejauh ini belum ada negara yang melarang warganya bertandang ke Thailand.


Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2015/08/19/20541071/Kamera.CCTV.Rekam.2.Tersangka.Baru.Bom.Bangkok

Wednesday, August 12, 2015

Ahok Wajibkan "Provider" Pasang 6.000 CCTV di Jakarta


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menyampaikan sambutan dalam Halal Bihalal ?Pensiunan Pegawai Pemprov DKI Jakarta (Paguyuban Werdatama Jaya) di Balai Kota, Kamis (30/7/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mewajibkan pihak provider untuk memasang kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV). Tak tanggung-tanggung, Basuki meminta pihak provider memasang hingga 6.000 unit CCTV.

"Jadi, selain membangun (jaringan) 4G LTE, kami juga wajibkan itu. Kalau dirata-rata, 5.000 (unit CCTV) saja dikali dua sudah 10.000, empat (provider) sudah 10.000 (unit CCTV)," kata Basuki di Balai Kota, Kamis (6/8/2015).

Dia berharap, 6.000-10.000 CCTV bisa tersebar di seluruh wilayah Jakarta pada tahun 2016 mendatang. CCTV itu juga termasuk akan dipasang di gedung-gedung perkantoran Ibu Kota.

Kewajiban ini juga untuk memenuhi permintaan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian.

Permintaannya adalah menghubungkan sistem CCTV di ruang privat, seperti di kantor dengan sistem di Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.

Karena itu, Tito mengimbau Pemprov DKI segera membuat peraturan gubernur atau peraturan daerah yang mengatur perihal tersebut.

"Kami sudah bicarakan semuanya dengan Kapolda, jadi nanti semua kantor-kantor kan rata-rata sudah punya CCTV. Bagaimana CCTV itu bisa kami dapatkan aksesnya oleh Polda," kata Ahok, sapaan Basuki.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah sepakat membangun command center (pusat kendali) Ibu Kota bersama Polda Metro Jaya.

Rencananya, anggaran pembangunan command center bakal dialokasikan dalam APBD 2016. DKI juga akan memberikan jaringan internet infrastruktur fiber optik kepada pihak kepolisian agar seluruh sektor kepolisian bisa terkoneksi dengan sistemonline.

Melalui fiber optik yang dipasang, pengawasan tidak hanya terpusat di Polda, tetapi juga hingga polisi subsektor.

"Makanya, kami juga akan menyiapkan hibah kepada Polda Metro Jaya untuk membangun pusat kontrolnya (CCTV). Nanti akan dihubungkan dengan fiber optik kami di kelurahan, sampai di Kamtibmas dan bisa dimonitor per kelurahan," kata Basuki.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/08/06/1459026/Ahok.Wajibkan.Provider.Pasang.6.000.CCTV.di.Jakarta

Tuesday, August 11, 2015

Beijing Shopping Mall Adopted LILIN Surveillance Solutions

Vanke Corporation selected LILIN cameras and NVRs to provide security at the Beijing Zhong Liang Vanke shopping mall and entertainment centre in Beijing, China. Beijing Zhong Liang Vanke shopping mall is one of the largest shopping centres in Beijing city at 155,000 square metres, with more than 35 restaurants, 300 shops, office space, and cinemas.

Mission

Beijing Zhong Liang Vanke shopping mall required a solid security presence in order to keep employees, the general public and properties secure and safe. The key objectives were continuous monitoring of surveillance of storefronts, each store cash register areas, and shopping centre halls.

Solutions

The mall required high-resolution image detail, while the size of the facillity required a large number of different types of cameras. The shopping mall installed 398 units of LILIN cameras, including camera models of LR6122, LR7722, IPS6224, IPS7224, PIH254, video encoderer VS012, video decoder VD022, and NVR model of NVR116 meet the surveillance needs of shopping centre.

Two-megapixel IR dome (LR6122) and IR bullet cameras (LR7722) feature the design to meet both indoor and outdoor environments. These cameras are perfectly designed for exits, entrances, cashier in stores, public open areas, and car park. LILIN 22X HD megapixel speed dome (IPS6224) and WDR speed dome (IPS7224), deliver clear images in poor lighting conditions. The PoE based NVR the shopping mall adopted supports 16-channel at 1080p playback, and NVR also supports dual-stream recording.



Products installed
LR6122EX3.6
Day & Night 1080P HD Vandal Resistant Dome IR IP Camera
LR7722EX3.6
Day & Night 1080P HD Vari-Focal IR IP Camera
IPS6224M
22X HD Megapixel Day & Night WDR Speed Dome IP Camera
IPS7224EM
22X HD Megapixel Day & Night WDR Speed Dome IP Camera
PIH2542P3.6
Metal Mini Dome Camera
VS012
H.264 Video Encoder
NVR116
1080P Real-time Multi-touch 16 Channel Standalone NVR
VD022
H.264 1080P Real-Time HD Video Decoder


About LILIN

LILIN is a global IP video manufacturer with 35 years of experience. Throughout the years, the company has maintained its dedication to Creativity, Progress, and Excellence providing expertise in digital video with a strong focus on innovation moving forward. LILIN leverages not only hardware designs but also in IP software engineering that deliver the best available performance coupled with astonishing reliable, future-proof, and ease-to-use features. LILIN is proud to have strong relationships with over 50 valued software and integration partners, and is recognized as the first camera company to become ONVIF-conformant. LILIN is a multi-national company with headquarter in Taipei, Taiwan, and subsidiary global office branches in Australia, China, France, Germany, Hong Kong, Italy, Malaysia, Spain, UK, and USA.
For further information, images or to arrange a demonstration, please visit www.meritlilin.com

Tuesday, August 4, 2015

Awasi ibu kota, Ahok mau bangun Command Center di Polda Metro

Awasi ibu kota, Ahok mau bangun Command Center di Polda Metro
ahok datangi bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, untuk membangun pusat kendali kamera pengawas keamanan (CCTV), yang akan menjangkau hampir seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan di wilayah DKI Jakarta.

Nantinya, infrastruktur teknologi informasi milik Pemprov yang selama ini belum optimal dioperasikan tersebut, akan diakomodir pula oleh pihak Polda Metro Jaya, sehingga bisa digunakan untuk memantau segala hal terkait kejadian apapun yang ada dalam pengawasan seluruh kamera CCTV tersebut.

Sementara itu, untuk keperluan pemantauan stabilitas keamanan, Polda nantinya akan diberikan akses secara penuh ke jaringan CCTV tersebut, oleh Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya adalah, dengan membangun pusat komando pemantauan di Polda Metro Jaya.

"Makanya, kita ingin bangun command center yang baik di sini," ujar Ahok di Polda Metro Jaya, Rabu (29/7).

Ahok mengungkapkan, dalam hal pemantauan situasi di seluruh pelosok ibu kota, Polda sebenarnya adalah pihak yang lebih memiliki kepentingan, pada akses atas jaringan kamera CCTV di seluruh wilayah Jakarta tersebut.

Menurutnya, jika sudah demikian, Polda bisa saja langsung mengambil tindakan tang diperlukan, saat mengetahui adanya tindak kejahatan di wilayah DKI Jakarta, yang terekam jaringan CCTV milik Pemprov DKI. Hal ini tentunya akan berbeda, jika akses ke CCTV tersebut hanya bisa diakses oleh camat maupun lurah.

"Kalau lurah lihat ada kejahatan, gimana dia bisa langsung turun dengan cepat? Lurah mah pistolnya cuma pistol air," pungkasnya.

Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/awasi-ibu-kota-ahok-mau-bangun-command-center-di-polda-metro.html