Thursday, August 20, 2015

Kamera CCTV Rekam 2 Tersangka Baru Bom Bangkok

Guardian
Polisi menduga pria berbaju merah dan putih yang terlihat bersama dengan tersangka utama, pria berkaus kuning, adalah bagian dari jaringan pelaku pengeboman di dekat Kuil Erawan, Bangkok.


BANGKOK, KOMPAS.com — Kepolisian Thailand, Rabu (19/8/2015), mencurigai dua orang pria yang tertangkap kamera CCTV di dekat lokasi ledakan bom terkait dengan serangan yang menewaskan lebih dari 20 orang itu.

Sebelumnya, kepolisian Thailand sudah merilis sketsa wajah seorang pemuda berkacamata yang diyakini sebagai tersangka utama serangan bom di dekat Kuil Erawan itu.

"Pria yang mengenakan baju berwarna merah dan putih juga menjadi tersangka (serangan bom)," kata juru bicara kepolisian Thailand, Prawun Thavornsiri.

Kedua orang itu, lanjut Prawut, terekam kamera CCTV tengah bersama tersangka utama, pria berkaus kuning dan berkacamata, di dekat lokasi ledakan bom.

Keberadaan kedua tersangka baru ini semakin memperkuat dugaan polisi bahwa tersangka utama tidak bekerja sendiri dalam melakukan serangan maut itu.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Thailand Jenderal Somyot Poompanmoung kepada wartawan mengatakan, kepolisian yakin tersangka utama merupakan bagian dari sebuah jaringan yang lebih besar.

Meski belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom itu, Pemerintah Thailand mengatakan, serangan itu tidak terkait dengan para pemberontak Muslim yang mengobarkan perlawanan di wilayah selatan Thailand.

Namun, Jenderal Somyot menyarankan kepada pemerintah agar menyelidiki kemungkinan beberapa warga etnis Uighur, warga minoritas dari kawasan Xinjiang, China, terkait serangan itu.

Terlebih lagi, pada Juli lalu, Pemerintah Thailand memulangkan paksa 109 orang warga etnis Uighur ke China. Sebuah langkah yang mengundang kecaman dari para pegiat HAM dan dunia internasional.

"Kepolisian tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun, termasuk dampak dari situasi politik Thailand dan konflik etnis Uighur yang belum lama ini dipulangkan ke China," ujar Somyot.

Di sisi lain, sebanyak 23 negara sudah menerbitkan peringatan kepada warganya yang memiliki rencana untuk berkunjung ke Thailand.

Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan, 12 negara menyarankan agar warganya ekstra hati-hati saat berkunjung ke Thailand. Namun, sejauh ini belum ada negara yang melarang warganya bertandang ke Thailand.


Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2015/08/19/20541071/Kamera.CCTV.Rekam.2.Tersangka.Baru.Bom.Bangkok