Thursday, January 14, 2016

Terungkap CCTV. Batu Akik Jadi Barang Favorit Pembobol Bagasi Pesawat


Porter menata barang milik penumpang pesawat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, 5 Januari 2016. Pencurian bagasi penumpang terbongkar setelah seorang porter berinisial S terekam kamera pengawas sedang membongkar bagasi penumpang di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta pada awal November 2015 lalu. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho


TEMPO.CO, Semarang - Batu akik menjadi barang favorit yang diincar para porter pembobol bagasi pesawat. Tony Winarno, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, mengaku anggota asosiasinya sering kehilangan barang yang dikirim lewat jasa perusahaan pengiriman.

“Selain barang elektronik, batu akik saat booming juga sering hilang saat proses pengiriman,” kata Tony Winarno, Rabu, 6 Januari 2016.

Tercatat ada dua anggota perusahaan jasa pengiriman yang tergabung dalam Asperindo Jawa Tengah sering kehilangan barang yang dikirimkan melalui jasa pengiriman pesawat terbang. Rata-rata kehilangan dialami sejumlah perusahaan besar yang mengirimkan barang hingga sembilan ton per hari. “Hilang sebagian, sering batu akik yang sempat menjadi barang mahal dan batu mulia,” kata Tony.

Tony menyatakan kehilangan barang pengiriman sudah terjadi lama sebelum ramai “tikus bandara” diberitakan. Tony mencurigai barang pengiriman diambil saat kegiatan bongkar atau muat di kompartemen pesawat. Keyakinan itu berdasarkan analisis Asperindo yang memastikan di kompartemen pesawat tepatnya di bagasi tak ada kamera pengawas atau CCTV.

Menurut Tony, kondisi di kabin barang pesawat itu berbeda dengan di lini 1 dan 2 di bandara yang dilengkapi kamera pengawas. Tak adanya kamera pengawasan di wilayah bongkar-muat bagasi itu memungkinkan barang pengiriman diambil.

Asperindo mendukung langkah kepolisian yang mengusut sindikat pencurian barang pengiriman lewat pesawat udara itu. Bahkan dalam beberapa hari ini dua perusahaan anggota asosiasinya siap memberikan kesaksian terkait dengan kehilangan barang yang dikirim lewat sejumlah maskapai penerbangan.

“Kami rekomendasikan agar aparat kepolisian tak hanya mengusut barang penumpang, namun juga barang pengiriman dari jasa yang kami kelola,” katanya.

Humas PT Angkasa Pura I Bandar Udara Ahmad Yani Anom Fitrianggono menyatakan kasus pencurian barang di bagasi pesawat seperti yang selama ini diberitakan secara hukum lokus kejadian berada di area bandara.

“Seandainya ada di make-up bagasi area bandara kami bisa memantau dari CCTV, kalau di kompartemen bagasi pesawat tanggung jawab maskapai,” kata Anom.

Anom menyatakan PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang telah mengetatkan keamanan di area bagasi dengan CCTV. “Di wilayah itu saya yakin minim terjadi pencurian, kalau di kabin bagasi pesawat kami tak bisa berbuat banyak karena wilayah tanggung jawab maskapai,” katanya.

Meski ia mengakui di wilayah rawan itu ada petugas keamanan air line dan super visor, tapi di area apron itu tak banyak menyediakan tenaga keamanan karena tak boleh banyak personel.

Sumber: http://metro.tempo.co/read/news/2016/01/06/064733675/batu-akik-jadi-barang-favorit-pembobol-bagasi-pesawat