Thursday, December 29, 2016

Belajar dari Pembunuhan Pulomas, Kapolri Dorong Digital Security

Jenderal Tito Karnavian/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Ada pelajaran yang dapat dipetik dari kasus pembunuhan di Pulomas Jaktim yang terungkap karena CCTV. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendorong digalakkannya konsep digital security.

Tito mengapresiasi kinerja Polda Metro yang cepat menangkap pelaku perampokan di Pulomas dengan menggunakan rekaman CCTV. Tito pun mengimbau agar terus meningkatkan pengamanan digital seperti itu.

"Pengungkapan kasus Pulomas karena CCTV, tersangkanya, mobilnya, pelakunya juga mukanya lebih jelas. Bisa ketahuan siapa dia, apalagi pemain lama. Sudah terkenal di dunia hitam," ujar Tito di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (28/12/2016).

Untuk meningkatkan keamanan digital, Tito meminta agar seluruh daerah memasang CCTV yang tersambung dengan sistem pengamanan milik pemerintah.

"Tiap daerah membuat peraturan, diwajibkan semua gedung-gedung yang akan dibangun wajib untuk memasang CCTV yang bisa di-connect dengan CCTV pemerintah," jelas Tito.

"Kemudian di jalan-jalan, dipasang CCTV yang bisa di-connect dengan pemerintah. Itu yang dinamakan digital security," sambungnya.

Menurut Tito ada empat macam security atau pengamanan. Yang pertama adalah personal security, yaitu kecilnya angka gangguan kamtibnas umum. Kedua adalah infrastructure security. Ketiga adalah health security, ini terkait kasus makanan palsu atau obat palsu. Lalu yang keempat adalah digital security, termasuk pengamanan dengan CCTV.
(fjp/fjp)

Sumber : http://detik.id/6gKN54