Tuesday, September 26, 2017

Apakah tilang berbasis CCTV memang membingungkan?

BAY ISMOYO/AFP Sejumlah pengendara motor dan mobil melaju masuk ke jalur bus Transjakarta, perbuatan yang dilarang di Jakarta.
Penindakan kepolisian terhadap pelanggar lalu lintas berbasis kamera pengintai (Closed-Circuit Television/CCTV) belum dapat diterapkan di semua daerah di Indonesia.

Selain sarana dan prasana yang belum memadai, data kependudukan dan kendaraan bermotor juga belum terintegrasi antara lembaga negara dan pemerintah daerah terkait.

Di Jakarta, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Panggara, menyebut data yang tidak terintegrasi akan menyulitkan kepolisian menindak para pelanggar lalu lintas.

Apalagi, kata Halim, wilayah hukum Polda Metro Jaya tidak hanya mencakup DKI Jakarta, tapi juga sebagian Jawa Barat dan Banten.

"Apabila orang dari luar masuk ke Jakarta, kemudian melakukan pelanggaran, dia tidak bisa di-tracking. Mau dibawa kemana suratnya," ujar Halim kepada BBC Indonesia, Senin (18/09).

Tilang berbasis CCTV saat ini sedang diuji coba di Surabaya, Jawa Timur. Pada masa percobaan tersebut, jumlah pelanggaran lalu lintas diklaim menurun.

Kepala Polrestabes Surabaya, Kombes Mohammad Iqbal, mengatakan, jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayahnya menurun selama periode uji coba tersebut. "Terutama di ruas-ruas jalan yang ada CCTV," tuturnya.

Merujuk data Dinas Dinas Perhubungan Surabaya, sebelum masa percobaan tersebut terdapat 447 pelanggaran lalu lintas di kota itu setiap hari. Selama lima hari pertama uji coba, 1-5 September lalu, jumlah itu menurun hingga 178 per hari.

Kota Modern

Tilang berbasis CCTV telah lebih dulu diimplementasikan di sejumlah kota modern di beberapa negara, antara lain Shanghai dan Singapura.

Merujuk Shanghai Daily, kepolisian di kota itu memiliki setidaknya dua ribu kamera beresolusi tinggi yang ditempatkan di berbagai titik lalu lintas.

Sejak Maret 2016 hingga Mei 2017 terdapat lebih dari 600 pengendara yang melanggar hukum dan terdeteksi kamera pengintai itu.

Jakarta
BAY ISMOYO/AFP Sejumlah pengendara motor dan mobil melaju masuk ke jalur bus Transjakarta, perbuatan yang dilarang di Jakarta.
Meski demikian, kepolisian mengakui teknologi yang mereka terapkan tidak sepenuhnya sempurna. Kamera pengintai tersebut tak mampu membedakan wajah saudara kembar atau mengenali pengendara yang mengenakan kaca mata hitam.

Sementara di Singapura, kepolisian setempat telah mengaplikasikan kamera pengintai pemantau kepatuhan pengendara atas batas maksimum kecepatan kendaraan.

Singapura hingga awal September lalu telah memasang 51 kamera pemantau kecepatan berteknologi laser di berbagai kawasan.

Kombes Halim Panggara mengatakan di Jakarta kepolisian hanya memiliki kamera pengintai untuk keperluan pengawasan. Pembelian CCTV berbeda, kata dia, diperlukan untuk mewujudkan penindakan berbasis kamera pengintai seperti yang telah dilaksanakan di sejumlah kota modern.

"Yang ada di kami hanya untuk fungsi pemantauan. Dipantau bisa, misalnya pengendara melewati marka. Tapi itu belum bisa untuk pembuktian di pengadilan," kata Halim.

Salah alamat

Kombes Mohammad Iqbal mengakui, selama periode uji coba tilang berbasis CCTV di Surabaya, surat penindakan beberapa menyasar ke alamat yang keliru.

Iqbal menuturkan sebelum prosedur tersebut efektif diberlakukan, personel kepolisian akan mengirim surat tilang ke rumah-rumah terduga pelanggar lalu lintas.

Polrestabes Surabaya, kata dia, telah berkomunikasi dengan Pemkot dan PT Pos Indonesia terkait kemungkinan kerja sama pengiriman surat tilang.

Sebagai penyedia data, Iqbal menyebut Subdit Regident -urusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor- di Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur bersedia memberikan data pemilik kendaraan yang dalam pantauan CCTV diduga melanggar aturan.

"Dalam hitungan menit ketika kami minta pelat L tertentu, akan langsung ada datanya," kata Iqbal.

Jakarta
BAY ISMOYO/AFP Kepolisian berharap pengendara mematuhi setiap peraturan lalu lintas, termasuk berhenti di belakang zebra cross ketika lampu merah.
Lebih dari itu, Iqbal memprediksi dalam beberapa waktu mendatang UU 22/2009 tentang Lalu Lintas membutuhkan revisi terkait pelaksanaan tilang CCTV. Ia berkata, tilang di masa mendatang berpeluang diterapkan ke pemilik, bukan hanya pengendara.

"Hukum di Indonesia itu mengatur barang siapa. Kelak tidak lagi barang siapa, tapi mobil siapa. Tidak peduli siapa yang mengendarai, tapi siapa yang memiliki," tuturnya.

Tanpa target waktu

Tilang berbasis CCTV baru diuji coba di Surabaya, dan menutur Kombes Iqbal berkata- akan berakhir September ini walau bisa diperpanjang dengan pertimbangan sosialisasi maupun untuk uji kamera-kamera pengintai baru yang akan dibeli.

Iqbal menambahkan saat ini baru terdapat dua CCTV yang diperuntukan bagi penindakan pelanggaran lalu lintas di Surabaya namun Oktober depan, Pemkot berencana membeli tiga CCTV.

Adapun Kombes Halim Panggara menyebut hingga saat ini belum ada tenggat waktu pelaksanaan tilang berbasis CCTV di Jakarta, antara lain karena dana pembelian kamera pengintai khusus tilang juga belum dianggarkan.

Jakarta
ROMEO GACAD/AFP Kepolisian mengklaim tidak dapat memantau perilaku pengendara selama 24 jam. Keberadaan CCTV mereka nilai membantu penindakan.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan di sejumlah daerah baru sebatas memanfaatkan CCTV dalam Area Traffic Control System (ATCS) untuk mengendalikan perilaku pengemudi di jalan raya.

Merujuk situs Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, ATCS merupakan sistem pengendalian lalu lintas yang terdiri dari pusat server, CCTV, pendeteksi kendaraan, dan pengontrol persimpangan.

Data tahun 2013 Ditjen Perhubungan Darat menunjukkan, ATCS baru dimiliki 10 pemerintah daerah, tiga di antaranya Pemprov Bali, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tujuh pemilik ATCS lainnya adalah Pemkot Medan, Surakarta, Tangerang, Bandung, Padang, Surabaya, dan Pekalongan.

Seperti video yang viral di media sosial pekan lalu, dari kantor pusat ATCS, personel Dishub Pemkot Bandung meminta remaja perempuan turun dari motor. Dalam pantauan CCTV, remaja itu tak mengenakan helm.

"Silakan turun dan lanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum. Kamu terpantau dari control room, tidak mengenakan helm," kata petugas itu melalui pengeras suara.

Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41303366

Wednesday, September 20, 2017

Video Surveillance Solution for Taiwan Freeway Traffic Applications

Video Surveillance Solution for Taiwan Freeway Traffic Applications

LILIN PTZs and NVR Were Chosen for National Freeway Bureau Project in Taiwan


Location: Taiwan
Category: Transportation Security

There are thousands of commuters going through the Taiwan National Freeway back and forth every day. The national freeway definitely has become the largest artery of Taiwan's traffic system. The statistics show that the average daily traffic flow on the national freeway is about one million or so. There should be a solid monitoring built to monitor such a huge traffic flow.

Main Mission
How to update the latest traffic on the freeway becomes one of the most important issues for the Taiwanese government. The managing team of the freeway continues to actively look for the high-quality video surveillance solutions which can be used to all kind of weather.


Solutions
After rigorous testing process, up to 650 pieces LILIN’s 1080P HD Infrared PTZ Camera IPS4308/ IPS4208/ IPS8368 and Embedded Network Video Recorder System are chosen to be built at a number of key freeway sections, including the North Traffic Cross Control Section, the Middle Traffic Cross Control Section, the South Traffic Cross Control Section, Expressway No. 1 Section, South Cloud Interchange and Jioh Cheng Interchange. The managing team of Taiwan Area National Freeway Bureau will be able to observe and monitor the latest traffic conditions on the freeway in an all-round aspect. The latest traffic information on the road will be transmitted to the electronic instant kanban to provide real-time and clear traffic analysis information for commuters on the freeway. Commuters can not only avoid blockage on the road but also quickly control and deal with the traffic accidents; furthermore, commuters can enjoy the much more pleasant experience on the road.

“24-hour traffic flow surveillance” is an important service for the most commuters as well as traffic management center. To remotely monitor the traffic on the highway and manage traffic flows along the highways, commuters can leverage the installed security camera and a government designed mobile app “1968”. This app 1968 can provides commuters in Taiwan with real-time traffic information. A clear and instant analyzed traffic information will be shown for the commuters including the live videos, traffic condition reports, travel planning schedule, alternative roads, and highway service stations through this mobile app “1968”. When an incident occurs, commuters can take another route to avoid the accident. At the end, commuters will be able to enjoy a pleasant journey on highways in Taiwan.


In addition to setting up a camera at the key freeway sections, managing team also sets up Intelligent Illegal Banning Interception Detection System at the exit of the Daya Interchange. Once the illegal people cross over the lane or drive through the shoulder, the instant video clip of the incident will be delivered to the central monitoring office of the Taiwan National Freeway Bureau. The managing team will be able to issue the violation tickets to those who violate the traffic law to ensure the safety of the commuters.

Installed LILIN IP Camera Surveillance Solution:
1. 36X Day & Night WDR 650TVL PTZ Camera (Outdoor) IPS8368
2. 30X Day & Night 30fps Full HD PTZ Dome IP Camera IPS4308
3. 20X Day & Night 30fps Full HD PTZ Dome IP Camera IPS4208
4. Embedded Network Video Recorder
5. Intelligent Illegal Banning Interception Detection System


About LILIN
LILIN is a global IP video manufacturer with 35 years of experience. Throughout the years, the company has maintained its dedication to Creativity, Progress, and Excellence providing expertise in digital video with a strong focus on innovation moving forward. LILIN leverages not only hardware designs but also in IP software engineering that delivers the best available performance coupled with astonishing reliable, future-proof, and easy-to-use features. LILIN is proud to have strong relationships with over 50 valued software and integration partners and is recognized as the first camera company to become ONVIF-conformant. LILIN is a multi-national company with headquarter in Taipei, Taiwan, and subsidiary global office branches in Australia, China, France, Hong Kong, Italy, Malaysia, Spain, UK, and the USA.

Thursday, September 7, 2017

Wider View for Better Coverage: Seeing Everything with no Blind Spots


For locations where only one camera has to cover the whole area, the panoramic/ fisheye camera is definitely the perfect solution. At the last quarter of 2017, LILIN launches the affordably priced and high-quality fixed dome IP security camera FR33C2 and FR3362 featuring fisheye lens of 360°wide angle view for indoor applications.