Monday, April 28, 2014

Half of The Parks in the Capital City Had Been Equipped With CCTV Said Ahok

Big brother watches young lovebirds in Jakarta’s parks

Security guards at a public park in West Jakarta have been on an undercover mission in the past few months: in pairs, they pose as young couples dating in Cattleya Park but are in fact spying on the numerous lovebirds under the trees in the evenings.

One of the undercover guards, Casmadi, said that since a few months ago, they had caught three young couples in flagrante delicto.

“When we see a couple doing obscene things, like taking off their pants, we immediately nab them,” Casmadi told The Jakarta Post recently.

He said he usually did not mind if couples only kissed in the park. “I would usually only blow my whistle so that they stop kissing. However, if they have sex in the park, they are going to be in a lot of trouble,” he said.

Casmadi said that nabbed couples were taken to the Parks and Cemeteries Agency office for questioning.

“We ask them how to get in contact with their parents so that we can call the parents and ask them to pick them up,” he said.

The 62-year-old security officer said it was not easy to call the parents of such couples, mostly junior high school students, as they did not carry identity cards and refused to give the correct information.

“I usually threaten to take them to the police office if they don’t give the real phone numbers of their parents,” he said.

Casmadi, who is also a community head in the subdistrict near the park, said the drama did not stop there as when the parents arrived, the first thing they did was get mad at the guards. It was hard for them to believe that their children did such things.

“Once a mother scolded me for picking up her child for no reason. I finally had to tell her the whole story in detail to prove that I wasn’t making it up,” he said, adding that the mother swooned after hearing the graphic story.

Cattleya, a 3-hectare park near Taman Anggrek mall, is a popular hangout among youngsters.

However, responding to reports from local residents who raised concerns that many youngsters used the park to have sex, the security guards of the Parks and Cemeteries Agency have conducted several raids in recent months.

Agency head Nandar Sunandar said his agency would make improvements to prevent such things from recurring.

“We will raid the park more often and install more lamps, so people will be reluctant to act inappropriately,” he told the Post.

Nandar said the legal basis of the measure was Bylaw No. 8/2007 on public order. “Anyone is prohibited from acting immorally or behaving indecently on the streets, green strips, parks and other public spaces,” he said, citing the bylaw’s Article 42.

He said that although the agency did not require parents to make the couples marry, he urged them to do so.

In his perspective, marrying off the teenagers to each other was amal (a good deed in Islam) as it would save the children from sinning, he said.

Premarital and extramarital affairs are considered a serious sin in Islam.

He argued that it was better than fining or imprisoning the couples.

The maximum penalty for violating the bylaw article is 90 days in jail and Rp a 30 million (US$2,580) fine.

Jakarta Deputy Governor Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama said previously that half of the parks in the capital city had been equipped with CCTV and other parks would have them by the end of June in order to reduce crime.

“We target that the installation will be finished by June,” he said as quoted by kompas.com.

Ahok said workers were installing optic fiber as all CCTVs would be integrated.

Sumber : http://www.thejakartapost.com/news/2014/04/25/big-brother-watches-young-lovebirds-jakarta-s-parks.html

Wednesday, April 23, 2014

CCTV 4S : Program CCTV Masuk Sekolah

CCTV4S
(CCTV For School)

Program CCTV Masuk Sekolah

21cctv.com prihatin atas kejadian pelecehan seksual di salah satu sekolah swasta di Jakarta. Demi membantu pencegahan terjadinya hal tersebut di kemudian hari, kami mengadakan program CCTV masuk sekolah dengan promo yang menarik.

4S:
  1. Security tambahan yang handal (dapat dipercaya) dengan harga terjangkau.
  2. Sekolah juga mendapatkan beberapa nilai tambah:
      • Orang tua akan merasa aman memasukkan anaknya ke sekolah tersebut.
      • Untuk perguruan tinggi, kelas dapat direkam sehingga materi CD bisa dijual ke siswa untuk belajar ulang.
  3. Setiap murid / staff terpantau kegiatannya dengan bukti otentik misalnya: merokok, pencurian, perbuatan mesum, perkelahian, pelecehan seksual, penyiksaan, pengrusakkan, intimidasi antar siswa (bullying).
  4. Sistem pengawasan CCTV di sekolah adalah cara untuk memastikan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan sehat untuk anak-anak.

Kami dari 21cctv.com menawarkan solusi di atas karena kami berpengalaman 14 tahun di bidang Surveilance sejak tahun 2000. Kami sudah melakukan pemasangan dan penambahan CCTV di banyak sekolah, pre-school (PAUD) dan Institusi Pendidikan termasuk Universitas.

Kami membuka program ini dengan partisipasi Anda. Bagi Anda yang ingin sekolahnya dipasang CCTV, sebagai orang tua murid dapat kami temani untuk mengedukasi pihak sekolah mengenai keamanan CCTV. Atau jika ada yang ingin sekolahnya kami hubungi langsung, silahkan menelpon/SMS ke 081 2130 2130 atau memberikan info sekolahan ke email cs@21cctv.com

http://blog.21cctv.com/2014/04/cctv-4s-program-cctv-masuk-sekolah.html

Related News :

CCTV Jakarta International School Tidak Ada di Lorong Menuju Toilet

CCTV Dipasang Sekolah Untuk Cegah Pelajar Ngeseks di Kelas

CCTV Jakarta International School Tidak Ada di Lorong Menuju Toilet

Sebelumnya kami dari 21 CCTV ingin mengucapkan rasa prihatin kami terhadap kasus kekerasan seksual terhadap siswa yang terjadi di Jakarta International School. Kami sebagai penyedia sistem keamanan berupa CCTV sungguh sangat terkejut dengan kejadian ini, dan semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Melalui berita yang beredar kami mengetahui bahwa pihak Jakarta International School telah melengkapi sekolah mereka dengan sistem keamanan dan CCTV, berikut berita yang kami ambil dari beberapa sumber:

JIS Pasang 400 CCTV, Tapi Tidak di Lorong Menuju Toilet




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kompleks Jakarta International School (JIS) disebut memasang 400 kamera closed-circuit television (CCTV) di berbagai sudut dan lorong sekolah tersebut. Namun, tidak satu pun kamera CCTV dipasang di lorong menuju ke toilet siswa.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto. "CCTV ada di mana-mana, tapi di lorong arah ke toilet tidak ada. Di situ lokasinya kejadian perkara," kata Rikwanto di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (16/4/2014).

Dengan pengamanan yang sebenarnya sangat ketat itu, kata Rikwanto, sekolah tersebut seperti rumah kedua bagi anak-anak. Mereka dianggap boleh ke mana saja, termasuk ke toilet tanpa diantar.
Setelah munculnya kasus pelecehan seksual terhadap salah seorang siswa TK, lorong itu kini telah dipasangi kamera CCTV. "Sekarang sudah dipasang sehingga ter-cover," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswa TK JIS mengalami kekerasan seksual di toilet sekolah. Pelaku adalah petugas cleaning service. Kejadian itu telah dilaporkan ibu korban ke Polda Metro Jaya.
Dalam kejadian tersebut, polisi telah memeriksa sembilan orang, yakni ibu korban, guru, penjaga sekolah, dan petugas kebersihan. Sejauh ini, polisi telah menetapkan dua tersangka. Keduanya merupakan petugas kebersihan.

Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2014/04/16/jis-pasang-400-cctv-tapi-tidak-di-lorong-menuju-toilet

Toilet Jakarta International School Kini Dipasangi Cctv


Sudah terjadi baru ada tindakan, itulah yang seringkali terjadi di Indonesia. Pasca kejadian kekerasan seksual terhadap bocah laki-laki berusia 6 tahun, akhirnya pihak TK JIS memperketat keamanan.

Seperti dilansir detik, Mereka memperketat keamanan pengawasan dengan pemasangan CCTV (Circuit Closed Television) di area tertentu, termasuk di depan toilet yang menjadi tempat terjadi kekerasan seksual kepada salah satu muridnya.

JIS sendiri sebenarnya sudah memasang CCTV di area sekolahnya, hanya di tempat terjadinya aksi sodomi yang dilakukan oleh 2 petugas cleaning service, belum di pasangi kamera pengawas.

Seperti diketahui dua tersangka pelaku kekerasan seksual yang merupakan petugas cleaning service di JIS kini sedang diperiksa psikologinya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengetahui, apakah tersangka memiliki kelainan seksual atau tidak.

Sumber : http://www.lintas.me/go/mndt.lk/toilet-jakarta-international-school-kini-dipasangi-cctv

http://blog.21cctv.com/2014/04/cctv-4s-program-cctv-masuk-sekolah.html

Related News :

CCTV 4S : Program CCTV Masuk Sekolah

CCTV Dipasang Sekolah Untuk Cegah Pelajar Ngeseks di Kelas

CCTV Dipasang Sekolah Untuk Cegah Pelajar Ngeseks di Kelas

Dunia pendidikan di Indonesia semakin tercoreng dengan adanya kasus pembuatan video porno rame-rame di ruang kelas yang melibatkan 10 siswa-siswi SMP. Berikut berita yang kami ambil dari salah satu sumber:

Cegah Pelajar Ngeseks di Kelas, Sekolah Dipasangi CCTV



Jakarta – KabarNet: Kasus kebejatan moral yang melanda generasi muda Indonesia, semisal pembuatan video porno rame-rame di ruang kelas yang melibatkan 10 siswa-siswi SMP Negeri-4 Jakarta, tak pelak membuat pusing aparat pendidikan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengungkapkan pihaknya kini sedang merancang program pengadaan CCTV di sekolah-sekolah se-Jakarta mulai tahun depan. CCTV tersebut nanti akan dipasang di kelas-kelas. Pemasangan CCTV dimaksudkan untuk memudahkan kontrol terhadap kegiatan siswa-siswi pada umumnya, disamping juga untuk mencegah terulangnya tindakan asusila seperti kasus pembuatan film porno tersebut yang shooting-nya dilakukan di ruang kelas.

Namun, kata Taufik, program CCTV tersebut tidak mungkin langsung dilaksanakan secara serempak. “Pengadaannya pun disesuaikan dengan anggaran yang disetujui nantinya,” kata Taufik, seperti dilansir Tempo, Ahad, 3 November 2013.

Saat ini, pengadaan CCTV sedang dalam tahap penggodokan. “Semoga saja dapat cepat diselesaikan agar dapat segera direalisasi tahun depan.” ujar Taufik.

Beberapa waktu lalu Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah menyarankan pengadaan CCTV di setiap sekolah. Pernyataan itu keluar dari mulut Ahok, sapaan akrab Basuki, ketika mencuat kasus pembuatan video mesum di ruang kelas oleh siswa-siswi SMP Negeri-4 Jakarta. “Harus ada CCTV jika begitu,” kata Ahok saat itu.

Dalam video tersebut tampak sepasang siswa dan siswi saling meraba. Mereka pun terlihat seolah tak segan membuka pakaian dan melakukan hubungan seksual. Adegan seks bak pasangan suami-istri yang dilakukan di sebuah ruang kelas itu direkam dengan kamera HP dan disaksikan rame-rame oleh sejumlah teman mereka.

Taufik menegaskan, meski nantinya CCTV terpasang, yang terpenting adalah bagaimana membangun budi pekerti dan karakter siswa ke arah positif. Sebab, meski sudah dipasangi CCTV, kegiatan pornografi dan pornoaksi bisa dilakukan oleh anak-anak di mana saja. “Di rumah mereka masing-masing bisa,” tambahnya.

Inti masalahnya sekarang, kata Taufik, bukanlah apa sanksi bagi para oknum di dalam video itu. Sebab, tanpa diberikan sanksi pun siswa yang terekam dalam video, baik pelaku adegan mesum ataupun teman-teman mereka yang rame-rame menontonnya, sudah terkena sanksi sosial dari masyarakat luas.

Penanganan secara edukatif dinilai sebagai cara paling ampuh untuk memberikan ‘hukuman’ bagi mereka. “Tidak hanya pelaku dan teman-temannya, tapi 610 siswa di SMP 4, dan 400 ribu siswa SMP se-Jakarta,” tandas Taufik. [KbrNet/Tempo/adl]

Sumber : http://kabarnet.in/2013/11/04/cegah-pelajar-ngeseks-di-kelas-sekolah-dipasangi-cctv/

http://blog.21cctv.com/2014/04/cctv-4s-program-cctv-masuk-sekolah.html

Related News :

CCTV 4S : Program CCTV Masuk Sekolah

CCTV Jakarta International School Tidak Ada di Lorong Menuju Toilet

Wednesday, April 16, 2014

CCTV Merekam 2 Penipu Wanita Dalam Toko

CCTV terbukti dapat merekam kejadian di tempat yang anda inginkan selama 24 jam, CCTV digunakan sebagai tindakan pencegahan dari hal-hal yang tidak kita inginkan, apabila hal tersebut sudah terjadi, maka CCTV dapat menjadi bukti yang kuat untuk penyelidikan lebih lanjut.

Seperti kejadian penipuan berikut ini, yang terjadi di sebuah toko, CCTV dari toko tersebut dapat merekam dengan jelas wajah dari pelaku, berikut penjelasan dari toko tersebut yang kami ambil langsung dari sumbernya:



Pada hari Kamis 2 orang perempuan masuk di sparkling society dan membeli beberapa barang yang total nilainya cukup tinggi. Dengan dalih kartu bca nya tertinggal di rumah mereka ingin membayar dengan metode transfer BCA. 

Saat melakukan transaksi m-banking , mereka menunjukan layar monitor hp mereka ke staff di store untuk memastikan no rekening sparkling society. Di layar tersebut menurut staff di store memang benar tertera no rekening yang dituju. Kemudian dia berpura-pura untuk melanjutkan transaksi dan menunjukan kembali layar monitor hp ke staff kami bahwa transaksi sudah berhasil.

Karena peosedurnya segala transaksi perbankan harus di validasi oleh saya, maka staff di toko belum memberikan barang tersebut ke pembeli. Akan tetapi karena saya sedang meeting, saya terlambat melihat pesan dari staff saya. Menurut staff saya mereka memaksa agar barang di berikan segera karena mereka harus pergi ke pesta ulang tahun temannya. mereka bahkan menantang staff saya untuk mengambil foto mereka. Akan tetapi karena merasa sungkan tidak di lakukan. Mereka memberikan nama, no telp dan alamat rumah palsu sbb:

Nama: Nabila Al Attas
HP: 0821123350108
Alamat: Jl. Kemang Raya Blok B No. 12, Town House Rumah Boenga

Karena di paksa, akhirnya staff saya menyerah memberikan barang-barang tersebut. 

Ketika saya konfirmasikan bahwa tidak ada dana masuk di BCA, mereka sudah meninggalkan store. Dan ketika di hubungi no telp nya tidak aktif. SMS juga tidak delivered. 

Pagi ini staff saya mendatangi alamat yang di berikan. Ternyata alamat nya fiktif.

Saya mengikhlas kan apa yang mereka perbuat, akan tetapi saya ingin berbagi cerita kepada teman-teman agar tidak terjadi kejadian serupa di masa yang akan datang.

berikut rekaman cctv dari kejadian kemarin. Please help to share to others. 

Thank you very much!

#penipuan #sparklingsociety
Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?v=744964555536568&set=vb.267495176616844&type=2&theater