Friday, July 31, 2015

Ahok Percaya CCTV Bisa Mengurangi Angka Kriminalitas


Ahok Percaya CCTV Bisa Mengurangi Angka Kriminalitas

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja  Purnama saat menghadiri acara buka puasa bersama di Kantor Kelurahan  Duren Sawit, Jakarta, Jumat (26/6). (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama percaya kalau penggunaan kamera pengawas atau CCTV (Circuit Closed Television) bisa mengurangi angka kriminalitas. Terutama untuk kota besar seperti Jakarta, keberadaan CCTV dinilai Basuki menjadi sangat penting.

"Mau tidak mau kota besar harus memanfaatkan teknologi CCTV," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/7).

Tapi, dengan syarat CCTV tersebut harus mempunyai kualitas yang baik dengan resolusi yang tinggi. Sebab, jika tidak fungsinya pun tidak akan maksimal.

"Tapi yang tajam. Saya tidak mau yang buram-buram. Mesti betul-betul terlihat, wajahnya siapa bisa ketahuan, supaya bisa mengurangi kriminal," ujarnya.

Salah satu bukti bahwa CCTV bisa mengurangi angka kriminalitas adalah terungkapnya kasus penculikan seorang anak perempuan di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam rekaman tersebut, terlihat anak perempuan itu digandeng oleh seorang pria tak dikenal.

Untuk itulah, menurut Basuki, selain kualitas CCTV yang baik juga dibutuhkan CCTV yang bisa mendeteksi wajah dan identitas seseorang.

"CCTV yang (akan) kami pasang bisa deteksi wajah sebetulnya. Kalau kamu ada e-KTP, di plot masuk, kami tahu itu siapa. Kalau seluruh Indonesia datanya diberikan kepada kami, bisa tahu orang ini tercatat atau tidak," katanya.

Sebelumnya, Basuki mengatakan Pemprov DKI Jakarta sudah mempunyai 4.800 unit CCTV dengan kualitas gambar yang sangat baik. Bahkan CCTV tersebut mampu melihat plat nomor kendaraan bermotor yang melintas di jalan dengan jelas.

Namun, ia masih belum bisa memastikan pemasangan seluruh CCTV akan terealisasi tahun ini. "Saya tidak tahu tahun ini keburu pasang atau enggak. Mungkin tahun ini sekitar 2000 CCTV akan dipajang," ujarnya menjelaskan.

CCTV tersebut nantinya akan memantau berbagai hal, mulai dari lalu lintas sampai kondisi keamanan lingkungan. Untuk pemasangan CCTV sendiri, Basuki akan menggandeng pihak kepolisian untuk meminta saran titik mana saja yang perlu dipantau kamera CCTV.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150723202159-20-67871/ahok-percaya-cctv-bisa-mengurangi-angka-kriminalitas/

Thursday, July 30, 2015

50 Persen Kasus Kriminalitas Terungkap berkat Kamera Pengawas

LEBIH AMAN: Kampung Pagesangan Asri 3 dilengkapi 16 unit CCTV di sepanjang jalan. Kamera-kamera pengawas itu bisa diakses dari komputer rumah maupun handphone berbasis android. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)


Saatnya Kampung Pasang CCTV


Pemasangan closed circuit television (CCTV) kini menjadi tren baru di beberapa perumahan dan perkampungan. Kamera pengawas itu seakan menjadi polisi kedua. Berkat rekaman CCTV, sejumlah aksi kejahatan berhasil terungkap.

MASIH ingat kasus perampokan rumah mewah di Surabaya Barat dengan kerugian miliaran rupiah dua tahun lalu? Pelakunya adalah penjahat antarpulau. Meski sudah berada di seberang lautan, pelakunya dapat ditangkap Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Kuncinya adalah rekaman CCTV yang terpasang di tempat parkir sebuah mal.
Berdasar rekaman itu, polisi berhasil mengetahui pelaku ketika masuk ke lokasi parkir mal tersebut. Waktu itu pelaku hendak membeli alat yang digunakan untuk merampok. Pelat nomor kendaraan milik penjahat juga bisa dideteksi. Dengan gambar tersebut, wajah pelaku akhirnya berhasil diidentifikasi.
Kamera pengawas saat ini menjadi kunci pengamanan. Tidak hanya di pergudangan dan perkantoran, tapi juga perkampungan yang sering menjadi sasaran penjahat. Ketika ada tindak kriminalitas, satu alat yang paling dicari polisi adalah kamera CCTV. Sayang, belum semua orang sadar pentingnya CCTV. Indikasinya, masih banyak tempat strategis yang belum memasang kamera pemantau itu.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete menegaskan, kamera CCTV sangat penting untuk mengungkap kejahatan. ”Awalnya kami menganggap itu hanya pendukung. Tapi, fungsinya sangat penting, bahkan terkadang menjadi petunjuk utama,” katanya.
Berdasar analisis yang dilakukannya, 50 persen kasus kejahatan bisa terungkap berkat bantuan CCTV. Berdasar rekaman itu, polisi mendapat gambaran pelaku. Mulai ciri-ciri fisik, jumlah personel, sampai modus yang dipakai. Dengan memperhatikan temuan itu, petugas bisa langsung memetakan penjahat yang telah beraksi tersebut.
Dia mencontohkan kasus pembunuhan sopir taksi Blue Bird di Jalan Kalisosok beberapa waktu lalu. Polisi sempat kesulitan karena bukti yang ditemukan di lokasi kejadian sangat minim. Sebab, pelaku tidak meninggalkan jejak apa pun. Namun, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dari lima kamera CCTV yang terpasang di dua pintu gudang dekat lokasi kejadian. Selain itu, ada tiga CCTV di sebuah pusat perbelanjaan. ”Pelakunya sudah tergambar, tapi keberadaannya masih dicari,” jelasnya.
Perwira dengan dua melati di pundak itu menyayangkan karena ada sejumlah tempat strategis yang mengabaikan CCTV. Dia kemudian menyebut nama sebuah mal di Surabaya. Di tempat tersebut, jumlah kamera pengawas sangat minim. Bahkan, kualitas gambar kamera yang terpasang sangat buruk.
Dia lalu menunjukkan contoh gambar yang secara visual hanya terlihat buram. Jika ada kejahatan di lokasi tersebut, pelakunya bakal sulit terdeteksi. Padahal, lokasi itu berada di pusat kota dan terdapat benda-benda bernilai tinggi yang bisa menjadi sasaran penjahat.
Meski begitu, tidak sembarang kamera CCTV bisa dipasang. Ada standar minimal yang harus diperhatikan. Takdir mencontohkan, untuk kamera outdoor, harus ada inframerah agar bisa menjangkau daerah yang objeknya minim cahaya. ”Kalau memakai kamera biasa, sama saja enggak terlihat,” ucapnya.
Inframerah yang digunakan bisa menambah pencahayaan di lokasi yang menjadi sasaran pengawasan. Dengan begitu, objek di depan kamera tetap bisa terlihat.
Menurut dia, sudah waktunya warga di perkampungan memasang kamera CCTV. Terutama gang-gang kecil. Sebab, pelaku curanmor sering beraksi di tempat kos dan permukiman penduduk. Dengan CCTV tersebut, setidaknya pelaku bisa berpikir ulang ketika akan beraksi. Kalaupun sampai beraksi, penjahat bisa dengan mudah teridentifikasi. ”Karena pelakunya itu-itu saja. Kalau ada gambarannya saja, kami sudah bisa tahu pelakunya,” jelasnya. Selain itu, penempatannya tidak bisa serampangan. Sebab, pelaku bisa saja melumpuhkan CCTV sebelum beraksi. Takdir menyarankan, lokasi kamera tersebut seharusnya tersembunyi. Pemilihan jenisnya juga harus tepat.
Salah satu kampung yang berhasil menekan angka kriminalitas berkat pemasangan CCTV adalah Perumahan Pagesangan Asri, persisnya di Kavling 3 RT 6, RW 3.
Ide untuk memasang CCTV itu dicetuskan Helmi Muhammad Noor, 42. Dia bercerita, pemasangan CCTV tersebut berawal dari kasus kemalingan yang sering terjadi di wilayahnya pada 2010. Dalam sebulan, pernah terjadi empat kali kasus pembobolan rumah. Padahal, perumahannya selalu dijaga satpam. ”Tetapi, masih saja kecolongan,” ujarnya. Dia lalu berinisiatif mengajak warga untuk memasang CCTV. Awalnya, tidak sedikit warga yang menolak. Alasannya, biaya pemasangan CCTV mahal. Namun, Helmi tidak putus asa. Dia lalu memasang sendiri dua CCTV di depan rumahnya.
Suatu ketika, tetangga Helmi kemalingan. Nah, aksi si maling terekam kamera pengintai milik Helmi. Berkat rekaman CCTV itu pula, pelaku bisa diketahui dan ditangkap. ’’Sejak itu, warga mulai setuju dengan ide pemasangan CCTV,”  ucap Helmi saat ditemui Jawa Pos di kediamannya.
Hingga kini, ada 16 unit CCTV yang dipasang di Jalan Pagesangan Asri 3. Jarak antar-CCTV sekitar 10 meter. Dengan jarak tersebut, semua objek bisa terlihat dengan jelas. Padahal, jangkauan penglihatan CCTV bisa mencapai radius 50–70 meter. ”Sebanyak 12 CCTV diletakkan di dalam gang, 4 CCTV di jalan besar serta pojok. Sehingga, semua titik tidak lolos dalam pengawasan,” jelasnya.
Helmi juga membantah bahwa pemasangan CCTV membutuhkan biaya besar. Sebab, harga satu unit CCTV hanya Rp 500 ribu. Dengan harga sebesar itu, kamera mampu menghasilkan gambar kualitas HD (high definition) serta dilengkapi infrared. Selain melalui komputer atau laptop, sistem kontrol bisa diakses melalui handphone berbasis android. Dengan demikian, warga bisa mengontrol wilayahnya setiap saat meski tidak berada di kompleks perumahan. ”Secara tidak langsung, kita sudah membantu pihak kepolisian menjaga keamanan lingkungan,” katanya.
Dia menjelaskan, setelah memasang CCTV, perumahannya kini aman. Tidak ada lagi aksi kriminalitas. Selain memasang CCTV, warga menempelkan banner bertulisan ”Kampung ini sudah dilengkapi pengamanan CCTV”.
CCTV itu membuat Helmi lebih mudah mengecek kegiatan rutin warga. Misalnya, kerja bakti atau senam pagi. ”Warga yang tidak aktif dalam kegiatan tersebut bisa dengan mudah diketahui,” katanya.
Helmi berharap kampungnya bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. ”Kalau bukan kita yang berperan aktif menjaga lingkungan, mau siapa lagi,” ujarnya. (did/eko/ian/c10/c6/oni)

Sumber :  http://www.jawapos.com/baca/artikel/20499/50-persen-kasus-kriminalitas-terungkap-berkat-kamera-pengawas


Tuesday, July 28, 2015

IP Solutions for Every Application

IP solutions for every application:
Banking, Retail, Residential, Transportation, Commercial Building, Alarm, Day/Night, Dome, Box, PTZ, VMS, ANPR

ONVIF compliant, VMS open platform, INTELLIGENT analytics, SOLUTIONS for verticals, NUMBER PLATE recognition.

Thursday, July 9, 2015

ASDP to install 60 CCTV cameras at Merak Port

ASDP to install 60 CCTV cameras at Merak Port
Photo document of Merak Port. (ANTARA/Asep Fathulrahman)
Merak (ANTARA News) - The state-owned inland waterway transportation service PT ASDP Indonesia Ferry will install 60 Closed-Circuit Television (CCTV) cameras at Merak port, Banten, to monitor the 2015 Idul Fitri or Lebaran holiday mass exodus, an official stated.

"We will place the CCTV cameras at strategic locations to monitor the activities of Lebaran holiday travelers at the port and in the Roll On-Roll Off (Ro-Ro) ships, PT ASDP public relations official Mario Sardadi Oetomo stated here on Wednesday.

He noted that the surveillance cameras will be placed at the port in a bid to improve security mechanisms and to offer better services to the holiday travelers during the mass exodus.

He further remarked that the 60 CCTV cameras will be installed at numerous strategic locations such as ticket counters, parking lots at the port, and crime-prone spots.

"We will install such cameras as a form of vigilance at numerous locations and crime-prone areas at Merak port," Oetomo said, adding that they will also be placed in Ro-Ro ships to monitor the activities of passengers.
(Uu.O001/INE/KR-BSR)

Sumber: http://www.antaranews.com/en/news/99456/asdp-to-install-60-cctv-cameras-at-merak-port

Tuesday, July 7, 2015

One-stop Security Solution from cctv21.com and LILIN



One-stop security solution from cctv21.com and LILIN
2015 New Product, LILIN video surveillance systems great for ANY application