Friday, January 29, 2016

Maling di siang bolong Tertangkap CCTV. Modus SERVIS TV & Komputer

Pentingnya memasang CCTV di rumah anda.




Beberapa waktu lalu, seorang anak yg di culik di sebuah Mall berhasil di kembalikan karena rekaman CCTV di sebar luaskan di berbagai SOCIAL MEDIA Facebook, twitter dan bahkan masuk TV menjadi trending topic di metro tv. Pelaku mengembalikan anak tersebut karena takut di tangkap polisi.

Saya yakin kita bisa menemukan pria ini dengan cepat jika ada bantuan Sharing dari Bapak dan Ibu sekalian.

saya ingin mengajak anda untuk menggunakan #tangkapmalinglewatsosmed dan sebar luaskan video ini.

Kejadian terjadi pada Tanggal 22/01/2016 Pukul 14.30

Lokasi: Pluit

Modus: Servis TV & Komputer

Saya pulang kantor dan sampai di rumah pada pukul 17.40.
Saya menanyakan kepada pembantu saya,

"Hari ini ada yg telpon atau datang??"

dengan polosnya Pembantu (P) menjawab, "iya ada"

Saya jawab, Siapa??

P: Itu tådi ada yg datang ambil TV dan Komputer katanya di suruh Ibu mau di servis.

S: Saya langsung kaget dan tau ini pasti kemalingan, ternyata benar såja.

Yg mengejutkan adalah pelakunya seorang Pria Chinese/ Tiong Hoa

Selengkapnya dapat di saksikan di rekaman CCTV yg sudah saya edit,

mohon bantuanya untuk Share Video ini di Grup WhatsApp atau BBM anda dan juga Sosial Media seperti FB, Twitter, Path, dll.

UPDATE:
PLAT MOBIL SUDAH DI LACAK DAN PALSU, Plat tersebut adalah plat mobil kijang innova

Jika anda mengenali wajah pria ini, mohon bantuanya untuk email ke
Wargapluit@gmail.com

Identitas anda di jamin rahasia.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=AoBuUt4cusY

Tuesday, January 19, 2016

Dapat Informasi dari Intel, DKI Sempat Diminta Perbanyak CCTV

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menambah ribuan kamera CCTV di sejumlah titik di kawasan Ibu Kota. Pemasangan CCTV dilakukan di beberapa tempat yang dianggap rawan.

Penambahan kamera pengawas ini, kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dilakukan setelah aparat kepolisian mendapatkan informasi dari intel bahwa akan ada aksi teror di Jakarta. Itu sebabnya DKI diminta polisi memperbanyak CCTV.

"Sebenarnya aparat sudah bergerak sejak tahun lalu. Laporan intel serangan seperti di Perancis (akan terjadi di Jakarta), aparat udah turun. Jadi kita diminta perbanyak CCTV," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Memurut Ahok, tidak mudah mengawasi gerak gerik pelaku teror, apalagi mereka menggunakan aksi bom bunuh diri.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menilai apa yang dilakukan pihak kepolisian sudah tepat. Terlebih dapat mengantisipasi isu teror pada perayaan Hari Raya Natal dan tahun baru 2016 di Jakarta.

"Kan susah (ngawasinya), menanam bom gitu. Aparat kita sudah sangat tepat, untuk pencegahan sudah bagus, saya kira masyarakat juga nggak terlalu khawatir. Tapi emang susah kalau orang bawa itu (benda berbahaya)," ujarnya.

Selain itu Ahok juga meminta kepada warga Jakarta untuk cepat tanggap apabila melihat situasi di sekitar yang mencurigakan.

"Liat saja gelagat agak mencurigakan, cepat-cepat saja lapor, jangan membuat anda ketakutan juga dan kita nggak boleh kalah. Justru yang menteror kita (ingin) membuat kita jadi takut," jelas Ahok.

Lebih lanjut, apa yang dilakukan pihak kepolisian menutup ruas jalan yang melintasi Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat ini dinilai sudah tepat.

"Ini kan untuk steril, kalau anda nggak tutup, nggak steril. Saya kira ini protap keamanan saja. Kan mesti periksa, karena kita kaget kan. Karena jarang sekali ada orang mau bom bunuh diri atau apa Kita ngga tau pikiran orang," ujarnya.

Sumber: http://www.suara.com/news/2016/01/14/153528/dapat-informasi-dari-intel-dki-sempat-diminta-perbanyak-cctv

Saturday, January 16, 2016

Antisipasi Teror, DKI Perbanyak CCTV


Polisi bersiaga di gedung Theater Jakarta, yang menjadi lokasi kejadian teror bom Sarinah, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. (Beritasatu.com/Danung Arifin)


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah diminta pihak kepolisian untuk menambah closed circuit television (CCTV) dibeberapa kawasan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi adanya aksi teror di Ibu Kota.

"Sebenarnya aparat sudah bergerak sejak tahun lalu. Laporan intel serangan seperti di Perancis, aparat sudah turun. Jadi kami diminta perbanyak CCTV," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta, Kamis (14/1).

Dikatakan Basuki, kepolisian terus mengantisipasi adanya aksi teror tersebut. "Kalau untuk menanam bom gitu aparat kita sudah sangat tepat, untuk pencegahan sudah bagus," ujarnya seperti dilansir laman berita resmi Pemprov DKI Jakarta.

Dia pun mengimbau warga Jakarta agar tidak panik dan khawatir dengan peristiwa ini sebab sudah ditangani pihak kepolisian. Jika mengetahui ada hal yang mencurigakan, agar segera melaporkan kepada pihak berwajib.

"Saya kira masyarakat juga jangan terlalu khawatir. Lihat saja gelagat agak mencurigakan, cepat-cepat saja lapor. Jangan buat ketakutan juga dan kita tidak boleh kalah," tandasnya.

Sumber: http://www.beritasatu.com/megapolitan/341415-antisipasi-teror-dki-perbanyak-cctv.html

Thursday, January 14, 2016

Terungkap CCTV. Batu Akik Jadi Barang Favorit Pembobol Bagasi Pesawat


Porter menata barang milik penumpang pesawat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, 5 Januari 2016. Pencurian bagasi penumpang terbongkar setelah seorang porter berinisial S terekam kamera pengawas sedang membongkar bagasi penumpang di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta pada awal November 2015 lalu. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho


TEMPO.CO, Semarang - Batu akik menjadi barang favorit yang diincar para porter pembobol bagasi pesawat. Tony Winarno, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, mengaku anggota asosiasinya sering kehilangan barang yang dikirim lewat jasa perusahaan pengiriman.

“Selain barang elektronik, batu akik saat booming juga sering hilang saat proses pengiriman,” kata Tony Winarno, Rabu, 6 Januari 2016.

Tercatat ada dua anggota perusahaan jasa pengiriman yang tergabung dalam Asperindo Jawa Tengah sering kehilangan barang yang dikirimkan melalui jasa pengiriman pesawat terbang. Rata-rata kehilangan dialami sejumlah perusahaan besar yang mengirimkan barang hingga sembilan ton per hari. “Hilang sebagian, sering batu akik yang sempat menjadi barang mahal dan batu mulia,” kata Tony.

Tony menyatakan kehilangan barang pengiriman sudah terjadi lama sebelum ramai “tikus bandara” diberitakan. Tony mencurigai barang pengiriman diambil saat kegiatan bongkar atau muat di kompartemen pesawat. Keyakinan itu berdasarkan analisis Asperindo yang memastikan di kompartemen pesawat tepatnya di bagasi tak ada kamera pengawas atau CCTV.

Menurut Tony, kondisi di kabin barang pesawat itu berbeda dengan di lini 1 dan 2 di bandara yang dilengkapi kamera pengawas. Tak adanya kamera pengawasan di wilayah bongkar-muat bagasi itu memungkinkan barang pengiriman diambil.

Asperindo mendukung langkah kepolisian yang mengusut sindikat pencurian barang pengiriman lewat pesawat udara itu. Bahkan dalam beberapa hari ini dua perusahaan anggota asosiasinya siap memberikan kesaksian terkait dengan kehilangan barang yang dikirim lewat sejumlah maskapai penerbangan.

“Kami rekomendasikan agar aparat kepolisian tak hanya mengusut barang penumpang, namun juga barang pengiriman dari jasa yang kami kelola,” katanya.

Humas PT Angkasa Pura I Bandar Udara Ahmad Yani Anom Fitrianggono menyatakan kasus pencurian barang di bagasi pesawat seperti yang selama ini diberitakan secara hukum lokus kejadian berada di area bandara.

“Seandainya ada di make-up bagasi area bandara kami bisa memantau dari CCTV, kalau di kompartemen bagasi pesawat tanggung jawab maskapai,” kata Anom.

Anom menyatakan PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang telah mengetatkan keamanan di area bagasi dengan CCTV. “Di wilayah itu saya yakin minim terjadi pencurian, kalau di kabin bagasi pesawat kami tak bisa berbuat banyak karena wilayah tanggung jawab maskapai,” katanya.

Meski ia mengakui di wilayah rawan itu ada petugas keamanan air line dan super visor, tapi di area apron itu tak banyak menyediakan tenaga keamanan karena tak boleh banyak personel.

Sumber: http://metro.tempo.co/read/news/2016/01/06/064733675/batu-akik-jadi-barang-favorit-pembobol-bagasi-pesawat

Tuesday, January 12, 2016

LILIN CCTV Systems Enhance Safety at Cankiri Karatekin University in Turkey

LILIN CCTV Systems Enhance Safety at Cankiri Karatekin University in Turkey


Location: Turkey
Organization: Cankiri Karatekin University (CKU)
Industry: School campus
Application: Centralized monitoring
LILIN products: outdoor speed dome IPS4204 x7, day/night bullet camera IPR7722 x23, IR vandal resistant dome IPR6122 x54, 108-ch recorder NAV1108 x1, and VMS software Navigator




Cankiri Karatekin University (Çankırı Karatekin Üniversitesi) improved on-campus security for students and staff with the implementation of the innovative video solution from LILIN. CKU is located northeast of Ankara the capital of Turkey, with more than 5,000 faculty, staff, and students. The university works to prevent and respond to emergencies by offering a reliable CCTV monitoring system that creates a safer environment for students as well as staff to study, work and socialize.

CKU campus has about 100 LILIN cameras including outdoor speed domes (IPS4204), bullet cameras (IPR7722), and outdoor IR vandal-resistant domes (IPR6122) in outdoor public areas, athletic, academic, library and student housing buildings. Campus wide system runs on LILIN NAV1108 recorder and Navigator VMS (Video Management Software) open platform, and all campus buildings at CKU are managed and interconnected by a centralized control center through LILIN VMS system.

One of the main reasons the university chose to install LILIN megapixel cameras was because of the camera’s discreet form factor. LILIN’s partner in Turkey, TESAN, was chosen with years of technical knowledge and experience to secure campus of Cankiri Karatekin University. LILIN VMS system delivers performance and reliability that we need in all security situations on campus.

The transition from analog to IP was made easier by using LILIN surveillance systems since LILIN IP cameras have a low failure rate and are durable and easy to install. By providing unparalleled 24/7 situational awareness, LILIN is enabling the university to manage everyday security operations much more efficiently.

About LILIN

LILIN is a global IP video manufacturer with 35 years of experience. Throughout the years, the company has maintained its dedication to Creativity, Progress, and Excellence providing expertise in digital video with a strong focus on innovation moving forward. LILIN leverages not only hardware designs but also in IP software engineering that deliver the best available performance coupled with astonishing reliable, future-proof, and ease-to-use features. LILIN is proud to have strong relationships with over 50 valued software and integration partners, and is recognized as the first camera company to become ONVIF-conformant. LILIN is a multi-national company with headquarter in Taipei, Taiwan, and subsidiary global office branches in Australia, China, France, Germany, Hong Kong, Italy, Malaysia, Spain, UK, and USA.

For further information, images or to arrange a demonstration, please visit www.meritlilin.com