Wednesday, December 27, 2017

LILIN Cloud-based Recording Solution Enables Maroc Telecom to Enjoy Secure and Seamless Connectivity

Location: Morocco
Category: Telecom
LILIN, the world’s leading manufacturer in the advanced IP video surveillance industry, has been partnered with Maroc Telecom to provide the complete LILIN Cloud-based Recording Solution to the users. As long as the end users pay the annual rental fees for Maroc Telecom, they can enjoy unbelievable IP surveillance experience. It provides end users with the easiest way to use and manage IP surveillance solution including IP cameras and NAV Navigator Control Center. Users can simply receive or share the live stream monitoring images with others through one-click on their near-by computers, smartphones or laptops. Once users key in their registered username, they can enjoy the instant live view of the images recorded from IP cameras.

In addition to physical storage with our NAV Recorder, LILIN Cloud Recording Solution can help maintain data available at any time. The Amazon Web Services (AWS) acts as a NAS for the overall structure, recording the live video and audio received from IP cameras. After receiving the live video and audio, AWS will send back to the NAV Navigator Control Center. P2P streaming service allows users to access a LILIN NVR by simply scanning a QR code with your smartphone camera. There is no need to set up port forwarding to the router. Access two-way audio, video playback, IO control, and even PTZ control is much easier now.

Maroc Telecom installs one NAV Navigator control center and up to 50 pieces of Outdoor HD 30M IR Range Fixed Lens IP Camera MR832. After the installation, Maroc Telecom significantly reduces operational and service costs in a short time. Maroc Telecom truly enjoys the benefit of real-time monitoring for enhanced security.

Installed LILIN IP Camera Surveillance Solution:
- NAV Navigator Control Center 2.0 *1
- NAV Recorder 1072 *1
- Outdoor HD 30M IR Range Fixed Lens IP Camera MR832 * 50

                   

Tuesday, December 19, 2017

Bermodal 170 Juta CCTV, Tiongkok Tangkap Orang dalam 7 Menit


Bermodal 170 Juta CCTV, Tiongkok Tangkap Orang dalam 7 Menit
Tiongkok menjadi salah satu negara dengan sistem keamanan terketat yang memantau setiap warganya.

Kehadiran kamera pengawas seperti CCTV selalu dibutuhkan untuk alasan keamanan. Namun, seberapa mengerikan jika kamera tersebut semakin canggih?

Semakin banyak CCTV yang terpasang, semakin akurat Anda memantau keamanan. Tercatat tidak kurang dari 170 juta CCTV terpasang di seluruh Tiongkok, dilaporkan oleh BBC. Beberapa waktu lalu BBC sempat menguji seberapa canggih teknologi tersebut.

Salah satu wartawan BBC John Sudworth  mendapatkan kesempatan mengakses sistem kendali keamanan di Tiongkok yang mengandalkan data dan teknologi 170 juta CCTV tersebut. Dia menguji sistem tersebut dengan memasukkan dirinya dalam daftar pencarian.

Dalam video yang dibuat, tercatat hanya butuh waktu 7 menit bagi kepolisian setempat untuk menangkap Sudworth setelah informasi orang yang dicari disebarkan lewat sistem alarm yang terhubung dengan pihak kepolisian Tiongkok.

Dahua Technology, perusahaan yang menyuplai jutaan perangkat CCTV menyebutkan bahwa CCTV yang mereka produksi telah dibekali teknologi canggih dengan panduan AI atau kecerdasan buatan.

"Kami membenamkan kemampuan untuk mengenali wajah, jenis kelamin, usia, dan langsung mengeceknya ke database kependudukan yang dimiliki oleh pemerintah. Bahkan, kami bisa mengenali siapa orang yang bersama mereka serta. Jadi kami bisa mengetahui seberapa sering orang tersebut saling bertemu," kata perwakilan Dahua Technology Yin Jun.

Dalam video tersebut, salah satu petugas kepolisian di distrik Guiyang menegaskan seluruh database yang mereka miliki dan terhubung ke CCTV, dan  dipakai hanya dalam keadaan darurat. Ketika seseorang atau kondisi tidak darurat, data tersebut tetap tersimpan rapat.

Jika tahun depan Tiongkok bisa memiliki 400 juta unit CCTV, tidak hanya keamanan yang bisa mereka pantau secara ketat. Pemerintah setempat juga bisa mempelajari tingkah laku orang yang tertangkap kamera.

Sumber: http://teknologi.metrotvnews.com/news-teknologi/JKRlvV3b-bermodal-170-juta-cctv-tiongkok-tangkap-orang-dalam-7-menit

Wednesday, December 13, 2017

Fully Featured and Trusted Video Management System- Navigator VMS


Fully Featured and Trusted Video Management System- Navigator VMS
- Navigator 2.0 Corporate
- Navigator 2.0 Enterprise
- Navigator 2.0 Lite

Saturday, December 9, 2017

Voucher Rp. 100.000,- Semua Produk CCTV di Lazada


Kabar Gembira !!!
Dapatkan Potongan Harga s/d Rp. 100.000,-
di toko online cctv21 di Lazada

Segera kunjungi www.lazada.co.id/cctv21 dan gunakan kode vouchernya.

Minimum pembelian Rp. 550.000,-
Periode 12 - 31 Desember 2017

*jumlah voucher terbatas

Wednesday, December 6, 2017

Demi 'cepat sampai di kantor', seorang pria mengubah rambu lalu lintas dengan cat

Dalam aksinya, Cai menggunakan kuas dan cat tembok warna putih dan kuas. Di dalam video, Cai terlihat tenang saat mengubah penunjuk arah itu, walaupun arus lalu lintas mulai terlihat ramai. Hak atas foto NEWSFALRE

Seorang pria di sebuah kota di Cina ditangkap dan didenda setelah terekam kamera pengawas sedang mengecat rambu-rambu lalu lintas untuk memudahkan perjalannya ke tempat kerjanya.

Dalam rekaman kamera pengawas, pria berusia 28 tahun itu sedang mengubah arah panah penunjuk jalan di sebuah perempatan jalan protokol di kota Lianyungang, Provinsi Jiangsu, Cina, dengan menggunakan cat tembok

Seperti dilaporkan Modern Express, pria bernama Cai itu mengaku melakukannya karena merasa frustasi dengan antrian panjang setiap melalui perempatan jalan protokol itu saat menuju tempat kerjanya.

"Saya melihat jalur yang lurus selalu penuh dengan mobil, sementara jalur belok kiri sepi," katanya kepada polisi.

"Nah, saya pikir, dengan mengubah rambu jalan itu akan memudahkan perjalanan saya."

 

Cat tembok

Dalam aksinya, Cai menggunakan kuas dan cat tembok warna putih dan kuas. Di dalam video, Cai terlihat tenang saat mengubah penunjuk arah itu, walaupun arus lalu lintas mulai terlihat ramai.

Atas perbuatannya, polisi kemudian mendendanya sekitar 1000 Yuan atau sekitar dua juta Rupiah.

Cai mengaku melakukannya karena merasa frustasi dengan antrian panjang setiap melalui perempatan jalan protokol itu saat menuju tempat kerjanya. Hak atas foto MODERN EXPRESS

Polisi lalu lintas mengatakan kepada Modern Express bahwa tindakan Cai "sangat berbahaya" dan dapat mengakibatkan tabrakan.

 

Kapur tulis dan tempat parkir

Kepolisian kota itu kemudian mengerahkan para pekerja untuk mengecat ulang rambu penunjuk jalan seperti sediakala

Bagaimanapun, ini bukan kasus pertama di Cina yang melibatkan warganya yang ahli melukis untuk mengubah rambu penunjuk jalan untuk kepentingan mereka sendiri.

Bulan Mei lalu, seorang sopir di kota Zhejiang didenda setelah dia membuat rambu tempat parkir khusus mobilnya di sebuah ruas jalan dengan menggunakan kapur tulis.

Aksinya ini terekam kamera pengawas dan kemudian polisi menangkapnya serta mendendanya.


Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/majalah-42191365