Sunday, April 28, 2013

DAFTAR ISTILAH CCTV

DAFTAR ISTILAH CCTV
1. Istilah pada Lensa     (Parameter Lensa)
2. Istilah pada Camera (Parameter Camera)


Adapun latar belakang penulisan ini memiliki alasan yang sederhana. Banyak konsumen yang masih belum paham benar dengan istilah-istilah CCTV, apakah satu istilah ini adalah istilah lensa ataukah termasuk istilah camera? Demikian pula pada saat troubleshooting di lapangan, apakah lensanya yang bermasalah ataukah cameranya atau malah kedua-duanya? Semoga uraian kali ini dapat bermanfaat dan membuka wawasan pengetahuan kita bersama.
1. Istilah pada Lensa CCTV (Parameter Lensa)


Focal Length  (Ind. jarak titik fokus)
Jika dalam spesifikasi camera dinyatakan sekian milimeter (mm), maka yang dimaksud adalah panjang fokus lensanya dengan simbol (huruf kecil). Jadi, satuan milimeter (mm) adalah satuan yang dimiliki lensa, bukan camera. Nilai mm ini berhubungan langsung dengan lebar sudut pandang yang bisa dicakup. Lensa dengan milimeter kecil akan memberikan sudut pandang lebar, namun objek yang terlihat akan kecil (seolah-olah jauh). Umpamanya, orang jadi terlihat pendek, mesin pabrik jadi tampak jauh, mobil-mobil dan bangunan terlihat kecil dan sebagainya.

Sebaliknya, lensa ber-milimeter besar akan memberikan gambar yang tampak dekat (jelas), tetapi cakupan sudut kiri dan kanannya menjadi sempit. Akibatnya, objek akan tampak lebih dekat, sehingga mesin pabrik dan orang jadi terlihat lebih besar. Contoh: lensa dengan f=4mm akan memberikan sudut pandang yang lebih lebar ketimbang lensa f=8mm. Jadi kaidahnya: semakin besar mm suatu lensa, maka sudut pandangnya makin sempit, sehingga objek yang terlihat seolah-olah makin dekat. Sudut pandang ini dalam CCTV disebut dengan istilah Angle of View.


Kebanyakan camera CCTV memakai lensa berukuran f=3.8 atau f=4.0mm. Lensa ini sering disebut juga dengan istilahlensa standar atau normal. Selain itu ada juga lensa f=6mm, f=8mm, f=12mm dan seterusnya hingga lensa Zoom (80mm). Nilai f di bawah 3.8mm digolongkan sebagai lensa sudut lebar (wide angle, dibaca: waid eng-gel, bukaneinjel!), misalnya: f=2mm atau f=2.5mm. Istilah untuk lensa dengan mm kecil ini adalah lensa fish eye (mata ikan). Lensa jenis ini memberi cakupan sudut pandang yang sangat luasbahkan hingga 180 derajat. Tetapi objek yang diamati akan terlihat semakin kecil saja dan cembung pula. 


Varifocal Lens
Varifocal merupakan kependekan dari variable focal. Lensa varifocal artinya milimeter lensa tersebut bisa diatur dalam batas minimum dan maksimumnya. Umpamanya varifocal 6mm – 12mm, maka itu artinya lensa tersebut bisa menjelajah fokus mulai dari 6mm hingga 12mm. Sebagaimana kaidah di atas, maka apabila objek terlihat kurang dekat (baca: kurang jelas), maka lensa tersebut bisa diputar tangan ke arah lebih besar, sehingga objek seolah-olah mendekat. Demikian pula sebaliknya, jika sudut pandang kurang lebar, maka lensa diatur ke arah yang kecil. Aplikasi lensa varifocal ini misalnya pada camera di atas pintu garasi yang mengarah ke pintu pagar untuk mengamati tamu. Jika tamu terlihat “kurang dekat” (sosoknya tidak jelas), maka lensa bisa diputar ke nilai mm yang lebih besar. Pengaturan ini hanya dilakukan satu kali saja. Artinya setelah cocok dengan keinginan user, selanjutnya lensa tidak diatur lagi, karena repot jika harus naik-turun ke camera.


Zoom Lens
Oleh karena batas jangkauannya masih termasuk kecil, maka lensa varifocal tidakdigolongkan ke dalam zoom lens. Lensa zoom biasanya memiliki batas yang lebih besar lagi, misalnya 6mm – 60mm dan tidak diputar dengan tangan, melainkan oleh motor elektrik di bagian dalamnya. Lensa ini digerakkan melalui controller yang bisa berbentuk keyboard atau lainnya.  Oleh sebab itu lensa jenis ini dinamakan pula motorized zoom. Jika pada spesifikasi dinyatakan 10x Zoom, maka yang dimaksud adalah batas bawah dan batas atas. Jadi, lensa zoom 6mm – 60mm dikatakan memiliki Zoom 10x, demikina pula dengan lensa 8mm – 64mm dikatakan 8x dan seterusnya. Secara umum, istilah zoom memngandung dua pengertian, yaitu:
1. Zoom Optical, yaitu zoom yang diperoleh dari gerakan lensa. Ini seperti halnya kita memutar sebuah teropong atau binokular untuk memperoleh objek yang jelas (dekat).
2. Zoom Digital, yaitu perbesaran gambar yang dilakukan oleh sirkuit elektronik di dalam camera. Ini seperti halnya kita memperbesar sebuah perangko di atas mesin foto kopi.
Kombinasi kedua jenis zoom di atas menghasilkan angka-angka zoom yang "fantastis", misalnya zoom sampai dengan 220x. Padahal yang dimaksud adalah 22x Zoom Optical yang diperbesar 10x lagi secara elektronik oleh Digital Zoom.


Fixed Lens
Fixed yang dimaksud di sini artinya memiliki ukuran yang tetap (tidak bisa diubah, kecuali dengan mengganti). Fix lens bisa memiliki 2 (dua) pengertian, yaitu:


1. Fixed dalam arti ukuran mm-nya tetap (bukan lensa zoom atau varifocal). Lensa ini disebut juga monofocal. Contohnya: lensa 4mm, 6mm, 8mm dan seterusnya.


2. Fixed dalam arti nilai iris-nya tetap, bukan auto iris (pembahasannya akan menyusul).


Board Lens
Salah satu lensa fixed yang banyak dipakai pada camera ukuran kecil (miniature) dan cameradome adalah board lens. Camera yang memakai lensa ini dinamakan juga dengan board camera. Ini merupakan bagian dalam dari dome camera dan miniature camera. Lensa ini termasuk ke dalam lensa fixed (monofocal) dengan ukuran mulai dari 2.8mm hingga 12 mm. 






Pinhole Lens
Ada lagi bentuk lensa fixed yang ujungnya sebesar lubang jarum dan biasa dipakai juga padaboard camera. Lensa ini dinamakan pinhole lens dan memiliki ukuran mm yang umumnya sama dengan lensa fixed.




















Iris  (dibaca: ay-ris)
Iris adalah kemampuan lensa dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya di sekitarnya. Contoh paling bagus untuk menjelaskan iris adalah: saat kita sedang berada dalam ruangan pada malam hari, lalu tiba-tiba lampu ruangan mati. Maka, seketika itu ruangan akan menjadi gelap total, sehingga mata tidak bisa melihat sama sekali. Tetapi lama kelamaan, mata kita akan "menyesuaikan diri" dan mulailah terlihat benda-benda di sekitar kita satu per satu (meja, kursi, dan lainnya) sampai mata kita membuka penuh iris-nya. Demikian pula pada saat lampu kembali terang, mata kita akan silau dulu untuk sesaat, sebelum nantinya menyesuaikan diri dengan kondisi terang.  Inilah yang disebut dengandaya akomodasi mata, yang dalam lensa disebut sebagai Automatic Iris (auto iris lens).
Iris berkaitan erat dengan apa yang disebut dengan F Stop, yaitu parameter yang menyatakan daya tangkal lensa terhadap cahaya yang masuk Bahasa sederhananya: makin besar F Stop suatu lensa, maka cahaya masuk yang ditahannya akan besar. F Stop berkaitan juga dengan istilah aperture.  Lensa biasanya memiliki dua ukuran F Stop, yaitu:

-  Aperture maksimum ( F stop minimum ) , yaitu pada saat lensa terbuka penuh.
-  Aperture minimum   ( F stop maksimum), yaitu kedudukan tepat sebelum lensa tertutup.
F stop berpengaruh pada hasil akhir gambar. F stop yang rendah berarti lensa tersebut dapat meloloskan lebih banyak cahaya dalam kondisi gelap, sehingga camera akan menghasilkan gambar yang baik pada malam hari. F stop yang tinggi diperlukan untuk menangkal cahaya-cahaya kuat atau pantulan, agar gambar tidak "putih" (whiting out) atau silau. Semua lensa auto-iris dilengkapi dengan spot filter Neutral Density untuk meningkatkan F stop maksimum.  F stop juga berpengaruh langsung pada kedalaman medan (depth of field).

Berdasarkan F Stop itulah, maka dikenal berbagai macam jenis lensa, yaitu:
Lensa Fixed Irisyaitu lensa dengan nilai F Stop yang tetap, misalnya: F1.0, F1.2, F1.4 dan semisalnya.
Lensa Manual Irisyaitu lensa yang nilai F Stop-nya bisa diatur secara manual (dengan tangan), misalnya dari F1.2 sampai dengan Close (tertutup), atau dari F1.4 – Close. Close menyatakan kondisi F Stop yang paling maksimum.
Lensa Auto Irisyaitu lensa yang nilai F Stop-nya bisa berubah-ubah secara otomatis sesuai dengan kondisi cahaya di sekitarnya, misalnya: dari F1.2 sampai dengan F64 atau dari F1.4 sampai F64 dan sebagainya. Perubahan ini dilakukan melalui circuit elektronik yang ada di dalam lensa. Oleh sebab itu lensa ini memiliki kabel yang terhubung dengan camera.
Keterangan:
Harap dibedakan antara f (huruf kecil) dengan F (huruf besar). f biasanya menyatakan focusdalam satuan milimeter (mm), misalnya f=3.6mm, f=8mm dan seterusnya. Sedangkan F menyatakan F Stop dan ini tidak memiliki satuan, misalnya F=1.2, F=1.4 dan seterusnya.


Perbedaan Fisik Lensa Auto Iris dengan Fixed Iris


Perbedaan lensa auto iris dengan fixed iris adalah: pada lensa auto iris selalu terdapat kabel yang nantinya dihubungkan dengan camera (seperti pada gambar di samping), sedangkan pada lensa fixed iris tidak ada kabel. Berdasarkan jenis circuit-nya, lensa auto iris terbagi lagi ke dalam dua jenis:


1. DC (Direct Drive atau Galvanometric), yaitu jenis lensa iris yang di dalamnya terdiri dari dua kumparan (coil), yaitu Driving Coil dan Dumping Coil. 
2. Video (Video Drive), yaitu jenis lensa yang di dalamnya terdapat rangkaian elektronik untuk mengatur iris. 


Perbedaannya : Pada DC Iris, camera-lah yang bekerja lebih aktif untuk menyesuaikan cahaya yang datang melalui lensa. Lensa hanya bisa menahan atau meloloskan level cahaya tertentu saja, tanpa mengatur. Sementara pada Video Iris, semua pengaturan iris dilakukan di dalam lensa. Camera hanya menerima “sinyal jadi” saja dari lensa untuk ditampilkan di monitor.  Oleh karena itulah, maka lensa jenis DC umumnya "lebih murah" daripada Video Drive.



Keterangan
Istilah DC dalam lensa tidak sama dengan istilah DC dalam satuan tegangan. DC pada lensa  merupakan singkatan dari Driving Coil/Dumping Coil/Direct Couple (=hubungan langsung), sedangkan DC pada tegangan menyatakan Direct Current (=arus searah). Jadi 12V DC artinya tegangan searah yang besarnya 12 Volt.  Lensa DC Iris tidak memiliki besaran dan satuan.

Pada bagian belakang camera standard terdapat saklar untuk disesuaikan dengan lensa yang dipasang.
-       Jika menggunakan lensa jenis Video Drive, maka saklar ada pada posisi VIDEO.
-  Jika menggunakan lensa dari jenis Fixed Iris, maka saklar ada pada posisi ELC (Electronic Light Compensation).
-      Jika menggunakan lensa dari jenis DC Iris, tempatkanlah saklar pada posisi DC.




CS-Mount dan C-Mount
Istilah ini menyatakan jarak antara leher lensa dengan elemen CCD pada camera berdasarkan spesifikasi JIS (Japan Industrial Standard). Jarak ini dinamakan Flange Back (dibaca: fleinch bek). Untuk C-mount jaraknya adalah 17.526mm, sedangkan CS-mount 12.5mm, sehingga antara keduanya ada selisih sekitar 5mm. Camera CS-mount tidak ada masalah oleh adanya perbedaan ini, karena kekurangan jarak 5mm bisa diatasi dengan cara memasang ring tambahan pada lensanya. Bentuk ring tersebut diperlihatkan pada gambar di bawah ini. 


Dalam prakteknya lensa CS-mount bisa dipasang langsung pada camera CS-mount tanpa ring. Sedangkan lensa C-mount apabila akan dipasang pada camera CS-mount, maka harus memakai ring tambahan dulu. Konsekuensinya, camera tipe C-mount tidak bisa menggunakan lensa CS, karena secara fisik tidak memungkinkan lagi untuk mendekatkan lensa tersebut kepada elemen CCD-nya. Tetapi untungnya camera CCTV saat ini kebanyakan menggunakan CS-mount, sehingga kita boleh memakai lensa jenis CS-mount (langsung tanpa ring) atau lensa C-mount (dengan tambahan ring).




Hubungan Antara Lens Format, CCD Format dan Image Size
Untuk memahami istilah ini, penulis akan mulai dengan pembahasan mengenai CCD (Charge Coupled Device), yaitu komponen inti pada camera yang berfungsi untuk memungut gambar (image). Nanti setelah itu kita akan memahami tentang pengertian Lens Format (Ind. format lensa)


Komponen CCD telah diproduksi oleh banyak pabrikan, seperti Sony, Panasonic, Samsung, Hitachi dan perusahaan lainnya dalam beberapa ukuran standar. Perbedaan ukuran ini dilihat dari variasi panjang diagonalnya. Gambar di bawah memperlihatkan ukuran dari salah satu contoh keping chip CCD 1/3" (6mm).



Nah, format lensa yang sekarang dikenal rupanya disesuaikan dengan ukuran diagonal CCD-ini (atau malah sebaliknya: CCD disesuaikan dengan format lensa!), sehingga muncullah format lensa 1/3" (untuk CCD 6mm), 1/2"(untuk CCD 8mm), 2/3" (untuk CCD 11mm) dan 1" (untuk CCD 16mm).  Lingkaran dalam contoh di bawah ini adalah format lensa 1/2" dan 2/3", sedangkan kotak yang ada di dalam lingkaran adalah ukuran CCD. 

Apa artinya ini? Mudah saja! Agar objek bisa tertangkap seluruhnya oleh elemen CCD, maka lingkaran lensa ini harussama atau  lebih besar ketimbang diagonal kotak, bukan? Sebab jika lingkaran lebih kecil dari kotak, maka objek tidak akan masuk secara sempurna. Lingkaran ini identik dengan format lensa, sedangkan kotak adalah format camera (CCD).  Ukuran panjang x lebar kotak dinamakan image size. Untuk alasan itulah, maka format lensa haruslah sama dengan format camera (CCD), bahkan sebaiknya lebih besar agar cahaya yang datang ke permukaan CCD bisa lebih banyak. Begitu ceritanya!
sumber :http://www.tanyaalarm.com/2010/01/mengenal-istilah-cctv-bagian-1.html