Wednesday, April 23, 2014

CCTV Dipasang Sekolah Untuk Cegah Pelajar Ngeseks di Kelas

Dunia pendidikan di Indonesia semakin tercoreng dengan adanya kasus pembuatan video porno rame-rame di ruang kelas yang melibatkan 10 siswa-siswi SMP. Berikut berita yang kami ambil dari salah satu sumber:

Cegah Pelajar Ngeseks di Kelas, Sekolah Dipasangi CCTV



Jakarta – KabarNet: Kasus kebejatan moral yang melanda generasi muda Indonesia, semisal pembuatan video porno rame-rame di ruang kelas yang melibatkan 10 siswa-siswi SMP Negeri-4 Jakarta, tak pelak membuat pusing aparat pendidikan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengungkapkan pihaknya kini sedang merancang program pengadaan CCTV di sekolah-sekolah se-Jakarta mulai tahun depan. CCTV tersebut nanti akan dipasang di kelas-kelas. Pemasangan CCTV dimaksudkan untuk memudahkan kontrol terhadap kegiatan siswa-siswi pada umumnya, disamping juga untuk mencegah terulangnya tindakan asusila seperti kasus pembuatan film porno tersebut yang shooting-nya dilakukan di ruang kelas.

Namun, kata Taufik, program CCTV tersebut tidak mungkin langsung dilaksanakan secara serempak. “Pengadaannya pun disesuaikan dengan anggaran yang disetujui nantinya,” kata Taufik, seperti dilansir Tempo, Ahad, 3 November 2013.

Saat ini, pengadaan CCTV sedang dalam tahap penggodokan. “Semoga saja dapat cepat diselesaikan agar dapat segera direalisasi tahun depan.” ujar Taufik.

Beberapa waktu lalu Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah menyarankan pengadaan CCTV di setiap sekolah. Pernyataan itu keluar dari mulut Ahok, sapaan akrab Basuki, ketika mencuat kasus pembuatan video mesum di ruang kelas oleh siswa-siswi SMP Negeri-4 Jakarta. “Harus ada CCTV jika begitu,” kata Ahok saat itu.

Dalam video tersebut tampak sepasang siswa dan siswi saling meraba. Mereka pun terlihat seolah tak segan membuka pakaian dan melakukan hubungan seksual. Adegan seks bak pasangan suami-istri yang dilakukan di sebuah ruang kelas itu direkam dengan kamera HP dan disaksikan rame-rame oleh sejumlah teman mereka.

Taufik menegaskan, meski nantinya CCTV terpasang, yang terpenting adalah bagaimana membangun budi pekerti dan karakter siswa ke arah positif. Sebab, meski sudah dipasangi CCTV, kegiatan pornografi dan pornoaksi bisa dilakukan oleh anak-anak di mana saja. “Di rumah mereka masing-masing bisa,” tambahnya.

Inti masalahnya sekarang, kata Taufik, bukanlah apa sanksi bagi para oknum di dalam video itu. Sebab, tanpa diberikan sanksi pun siswa yang terekam dalam video, baik pelaku adegan mesum ataupun teman-teman mereka yang rame-rame menontonnya, sudah terkena sanksi sosial dari masyarakat luas.

Penanganan secara edukatif dinilai sebagai cara paling ampuh untuk memberikan ‘hukuman’ bagi mereka. “Tidak hanya pelaku dan teman-temannya, tapi 610 siswa di SMP 4, dan 400 ribu siswa SMP se-Jakarta,” tandas Taufik. [KbrNet/Tempo/adl]

Sumber : http://kabarnet.in/2013/11/04/cegah-pelajar-ngeseks-di-kelas-sekolah-dipasangi-cctv/

http://blog.21cctv.com/2014/04/cctv-4s-program-cctv-masuk-sekolah.html

Related News :

CCTV 4S : Program CCTV Masuk Sekolah

CCTV Jakarta International School Tidak Ada di Lorong Menuju Toilet